Mabit Akhwat As-siyasah: Komitmen kader sejati…

Medan, 12 April 2014 bertempat di kediaman Ketua Kaderisasi UKMI As-Siyasah, Mabit Akhwat pertama dalam kepengurusan 2014 telah berjalan lancar.

Beberapa pengurus akhwat 2011, 2012 ikut meramaikan agenda Mabit kali ini dengan kobaran semangat yang luarbiasa. Dengan pemateri Kakanda Dinda Wahyuni yang juga merupakan senior As-Siyasah, menambah suasana akrab memuncak sembari membawakan materi sampai membuat peserta Mabit lupa akan rasa kantuk.

Mabit kali ini tak menghadirkan sebagian besar kader akhwat As-Siyasah. Ketidakhadiran adik-adik 2013 menjadi pertanyaan yang ramai dilontarkan para peserta Mabit lain. Namun hal ini dapat dimaklumi peserta lain termasuk Auliah Namirah selaku Ketua Kaderisasi As-Siyasah yang menganggap bahwa penempatan jadwal Mabit memang ditempatkan di H-2 sebelum terselenggaranya UTS. Bagi sebagian pengurus mungkin UTS bukan penghalang tentunya untuk terus berkembang. Tapi tak menutup kemungkinan bagi adik-adik 2013 momen menjelang UTS harus dipersiapkan dengan sebaik mungkin, bukan?. Haha :)

Malam bina iman dan taqwa UKMI As-Siyasah FISIP USU dimata salah seorang kader dianggap menjadi modal untuk memperdalam pengetahuan, menggali ilmu dari pemateri yang siap mengawal beberapa jam kedepan untuk sembari membagi pengalamannya, juga sebagai sarana penyampaian ‘uneg-uneg’ dalam internal UKMI.

Agenda Mabit As-Siyasah tampak seperti agenda Mabit kebanyakan, namun indahnya ukhuwah dalam lingkaran malam itu tak kan bisa menimpa alasan lain untuk tak tersanjung karenanya. Makan bersama, materi, sharing, Qiyamul lail, Riyadoh, Games dan agenda-agenda lain yang menambah kuatnya cinta antar pengurus semakin terasa.

“Ukhuwah itu tidak perlu diperjuangkan. Tidak! Karena semua itu akibat dari iman. Erat saja yang telah longgar. Simpul saja kembali yang hampir lepas. Tak perlu memaksa. Karena ukhuwah mengajarkan tentang cinta, ikhlas dan berbagi..”, tandas Poetri Azela dalam akun Facebook miliknya.

Berbagai respon luarbiasa, pandangan, celotehan dan bentuk kekesalan pun mewaranai agenda Mabit kali ini. Ada tawa dalam diam, ada tegur lewat canda. Mereka larut bersama dalam heningnya ‘Satnight’.

Catatan yang dapat mereka bawa pulang dalam Mabit kali ini adalah bagaimana aku, kau, kita dan mereka dapat sama-sama berkomitmen sebagai seorang kader dakwah sejati. Sama-sama paham dan memahamkan, sama-sama ingat dan mengingatkan untuk tetap istiqomah dalam jalan ini.


Adhe Nowanda
Share on Google Plus

About awwabiin

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.